Pesantren ini didirikan oleh seorang kiyai yang bersahaja, dan memiliki kharisma yang sangat tinggi, bernama KH. Nahrowi, guru saya ini selalu mendawamkan shalawat kepada Rasulullah SAW. Dan kebiasaan ini selalu di dawamkan juga oleh santri-santrinya.
Pengajian di tempat guru saya ini setiap malam selasa, dan yang datang ikut pengajian... wuiiiihhhh buanyaaaakkkk bangetz... Alhamdulillah masih banyak yang mengumandangkan shalawat.
Friday, 17 July 2009
Friday, 6 February 2009
Pesantren ini adalah pesantren khusus Riyadhloh, sama seperti pesantren darut tawabin di Cirebon. karena pesantren ini didirikan oleh santri yang pernah nyantri di Cirebon ( Darut Tawabin ) dan beliau juga pernah nyantri di Pasuruan ( Syekh Ahmad Jauhari Umar ).
Jadi metode yang digunakan di pesantren ini juga sama seperti di dua pesantren itu, tapi kelebihannya disini juga diadakan pengajian kitab kuning untuk semua kalangan, tidak hanya puasa dan wirid saja.
Saya pernah nynatri disini hanya 40 hari, dan sangat berkesan. Selain metodenya yang bagus pesantren ini juga terdapat di sebuah tempat yang sangat indah, berada di atas sebuah bukit, dan dengan suasana yang sangat dingin.
Disini para murid alias santri tidak perlu memiliki uang yang banyak untuk 40 hari, karena masalah makan sehari2 ditanggung oleh Akang ( sebutan untuk KH. Asep ) walaupun emang hanya disediakan nasi putih dan air putih saja.
Karena program disini yaitu selama 40 hari kita berpuasa dan hanya boleh memakan nasi dan air putih saja, singkong boleh juga.
Ada kitab yang diberikan oleh akang yaitu kitab kumpulan shalat sunnah dan kitab ini sangat bermanfaat untuk para santri karena di dalamnya terdapat cara-cara shalat sunnah yang telah dirangkum oleh akang dari kitab kuning. Saya sangat berterimakasih sekali. Moga amal ibadah akang akan dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. Amin Ya Robbal alamin.
Jadi metode yang digunakan di pesantren ini juga sama seperti di dua pesantren itu, tapi kelebihannya disini juga diadakan pengajian kitab kuning untuk semua kalangan, tidak hanya puasa dan wirid saja.
Saya pernah nynatri disini hanya 40 hari, dan sangat berkesan. Selain metodenya yang bagus pesantren ini juga terdapat di sebuah tempat yang sangat indah, berada di atas sebuah bukit, dan dengan suasana yang sangat dingin.
Disini para murid alias santri tidak perlu memiliki uang yang banyak untuk 40 hari, karena masalah makan sehari2 ditanggung oleh Akang ( sebutan untuk KH. Asep ) walaupun emang hanya disediakan nasi putih dan air putih saja.
Karena program disini yaitu selama 40 hari kita berpuasa dan hanya boleh memakan nasi dan air putih saja, singkong boleh juga.
Ada kitab yang diberikan oleh akang yaitu kitab kumpulan shalat sunnah dan kitab ini sangat bermanfaat untuk para santri karena di dalamnya terdapat cara-cara shalat sunnah yang telah dirangkum oleh akang dari kitab kuning. Saya sangat berterimakasih sekali. Moga amal ibadah akang akan dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. Amin Ya Robbal alamin.
Monday, 2 February 2009
PESANTREN GASOL, CIANJUR
Pesantren ini adalah pesantren tradisional, saya sangat suka sekali dengan model pesantren seperti ini karena didalamnya terdapat pelajaran kemandirian. Dan terdapat kekuatan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat, disana saya tidak lama, karena saya hanya ingin mengharap keberkahan saja dari pesantren ini.
Pengasuh pesantren ini sangat Tawadhu, saya belajar Tawadhu dari beliau, ketika para kiyai / ustadz berlomba-lomba untuk berpakaian yang paling bagus, maka kiyai ini amat sangat sederhana sekali karena beliau hanya menggunakan pakaian yang menurut saya biasa saja, seluruh kehidupannya diliputi dengan kesederhanaan, tapi senyumnya selalu mengembang, seolah beliau adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.
Kesedrhanaan, Ketawadhuan, Kemandirian dan penataan hati yang selalu bahagia atau dalam istilah pesantrennya adalah Qanaah yaitu merasa cukup dengan apa yang telah di berikan Allah SWT.
Pengasuh pesantren ini sangat Tawadhu, saya belajar Tawadhu dari beliau, ketika para kiyai / ustadz berlomba-lomba untuk berpakaian yang paling bagus, maka kiyai ini amat sangat sederhana sekali karena beliau hanya menggunakan pakaian yang menurut saya biasa saja, seluruh kehidupannya diliputi dengan kesederhanaan, tapi senyumnya selalu mengembang, seolah beliau adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.
Kesedrhanaan, Ketawadhuan, Kemandirian dan penataan hati yang selalu bahagia atau dalam istilah pesantrennya adalah Qanaah yaitu merasa cukup dengan apa yang telah di berikan Allah SWT.
Sunday, 1 February 2009
PESANTREN AYAH AL-FALAH
Pesantren ini adalah pesantren Al-Qur'an mulai dari makhrojul huruf, tajwid, tahfidz sampai dengan qiroatus sab'ah, pesantren ini memang modern tidak seperti pesantren tradisional, karena biaya yang dikeluarkan untuk pesantren disini lumayan agak mahal.
Tetapi keunggulan yang di miliki pesantren ini adalah pesantren ini mengajarkan tentang Al qur'an secara detail, pesantren ini didirikan oleh KH. Syahid yang sangat berwibawa, kami para santri memangglnya dengan sebutan " AYAH " seolah-olah beliau adalah ayah kami.
Pesantren ini memberi banyak pengajaran tentang alqur'an hingga kita bisa mencintai alquran seperti kekasih kita, karena memang alquran yang akan menerangi kita di alam kubur nanti.
Tetapi keunggulan yang di miliki pesantren ini adalah pesantren ini mengajarkan tentang Al qur'an secara detail, pesantren ini didirikan oleh KH. Syahid yang sangat berwibawa, kami para santri memangglnya dengan sebutan " AYAH " seolah-olah beliau adalah ayah kami.
Pesantren ini memberi banyak pengajaran tentang alqur'an hingga kita bisa mencintai alquran seperti kekasih kita, karena memang alquran yang akan menerangi kita di alam kubur nanti.
Thursday, 29 January 2009
Pesantren Abuya Dimyati, Banten
Pesantren ini sangat sederhana dan tradisional sekali karena pesantren ini hanya memiliki bangunan yang terbuat dari bambu saja, walaupun sederhana pesantren ini memiliki kekuatan yang sangat magic bisa menarik orang dari luar daerah untuk datang ke pesantren ini.
Pesantren ini berada di daerah kulon ( barat ) dikota Banten tepatnya di desa Cidahu, Banten. Semua orang disana pasti hafal tentang pesantren ini, karena pesantren ini sangat terkenal dikalangan para santri dan para kiyai.
Pesantren ini didirikan oleh KH. Dimyati atau sering kami sebut Abuya Dimyati beliau adalah guru yang sangat mulia, yang sangat mengagumkan. Salah satu ajarannya yaitu ketika beliau ingin mengajar ngaji para santri yang didahulukan adalah bertanya apakah semua putra beliau sudah ikut mengaji atau belum, karena menurut beliau keluarga adalah amanah dari Allah SWTyang harus dijaga dan diberikan pengajaran, agar menjadi manusia yang bermanfaat fiddin waddunya wal akhirat.
Pertama kali saya ke pesantren itu dalam rangka silaturahmi, ada kejadian yang menurutku adalah sangat luar biasa, yaitu ketika saya akan bersalaman dengan Abuya Dimyati, saat itu sudah malam dan keadaan di luar sangat gelap, tapi saya melihat wajah Abuya Dimyati saat itu sangat bercahaya mengalahkan lampu yang berada di tempat itu, seolah pancaran wajahnya menutupi lampu-lampu itu.
Saat itu saya sangat takjub akan keajaiban ini, dan saya sangat bersyukur bisa melihat ulama yang sangat membuat saya merasakan hal yang belum pernah saya rasakan selama hidup ini. Yaitu kekaguman yang luar biasa, hingga saya bercita-cita ingin menjadi seperti beliau.
Namun sayang sekali Abuya Dimyati sekarang telah meninggal dunia, dan beliau meninggalkan ilmu untuk putra-putranya dan juga untuk para santrinya termasuk saya. Semoga saya bisa seperti beliau. Amin Ya Robbal Alamin.
Pesantren ini berada di daerah kulon ( barat ) dikota Banten tepatnya di desa Cidahu, Banten. Semua orang disana pasti hafal tentang pesantren ini, karena pesantren ini sangat terkenal dikalangan para santri dan para kiyai.
Pesantren ini didirikan oleh KH. Dimyati atau sering kami sebut Abuya Dimyati beliau adalah guru yang sangat mulia, yang sangat mengagumkan. Salah satu ajarannya yaitu ketika beliau ingin mengajar ngaji para santri yang didahulukan adalah bertanya apakah semua putra beliau sudah ikut mengaji atau belum, karena menurut beliau keluarga adalah amanah dari Allah SWTyang harus dijaga dan diberikan pengajaran, agar menjadi manusia yang bermanfaat fiddin waddunya wal akhirat.
Pertama kali saya ke pesantren itu dalam rangka silaturahmi, ada kejadian yang menurutku adalah sangat luar biasa, yaitu ketika saya akan bersalaman dengan Abuya Dimyati, saat itu sudah malam dan keadaan di luar sangat gelap, tapi saya melihat wajah Abuya Dimyati saat itu sangat bercahaya mengalahkan lampu yang berada di tempat itu, seolah pancaran wajahnya menutupi lampu-lampu itu.
Saat itu saya sangat takjub akan keajaiban ini, dan saya sangat bersyukur bisa melihat ulama yang sangat membuat saya merasakan hal yang belum pernah saya rasakan selama hidup ini. Yaitu kekaguman yang luar biasa, hingga saya bercita-cita ingin menjadi seperti beliau.
Namun sayang sekali Abuya Dimyati sekarang telah meninggal dunia, dan beliau meninggalkan ilmu untuk putra-putranya dan juga untuk para santrinya termasuk saya. Semoga saya bisa seperti beliau. Amin Ya Robbal Alamin.
PESANTREN SYEKH AHMAD JAUHARI UMAR BIN MUHAMMAD ISHAQ UMAR
Keinginan kuat yang membuat saya begitu menginginkan pesantren di tempat ini, seolah ada magnet yang menarik saya kesana. Cukup jauh dari tempat tinggal saya yaitu di daerah jawa timur.
Disana saya diajarkan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani yaitu kisah tentang perjuangan wali qutub yang sangat dikagumi oleh umat islam, terutama saya pribadi. Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani adalah cucu Rasulullah SAW dari Sayidina Hasan bin Ali bin Abu Thalib RA. Beliau dilahirkan di Baghdad, Iraq. Beliau adalah sufi yang kharisamtik dan memiliki karomah.
Di pesantren ini saya juga di ajarkan untuk mencintai dan menyayangi anak yatim, karena sungguh ratusan anak yatim di asuh oleh pendiri pesantren ini yaitu Syekh Ahmad Jauhari Umar bin Muhammad Ishaq Umar dengan asuhan beliau seluruh anak yatim dan santri disini semua biaya di tanggung oleh pesantren dari hasil panen sawah yang di miliki oleh pesantren ini.
Kami santri dari luar kota hanya untuk Riyadloh yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara banyak berdzikir kepada Allah SWT di siang dan malam, kami juga di sunnahkan untuk berpuasa selama 40 hari, dan mendapatkan tugas berdzikir sesuai yang diberikan oleh pendiri pesantren.
Ketika saya berada disana, kebetulan sekali Pak Yai ( sebutan Syekh ahmad Jauhari ) sedang dalam keadaan sakit, karena usia, beliau lahir pashari kemerdekaan RI yaitu 17 agustus 1945. Beliau sangat baik sekali, walaupun saya hanya beberapa kali saja melihatnya, ada kebiasaannya yang saya ingat sampai saat ini yaitu beliau sering berdoa diluar rumah menghadap ke langit langsung.
Putra beliau ada tiga Gus Sholahuddin, Gus Ali, dan Gus Sulthon. Putra beliau memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Gus Sholahuddin, memiliki sifat yang BIjaksana, Gus Sulthon memiliki sifat yang sangat Disiplin, dan Gus Ali sebagai putra terakhir memiliki sifat yang penyayang.
Ketika saya baru 21 hari disana terjadi sesuatu dengan pa Yai, beliau dibawa ke rumah sakit dan beliau dinyatakan meninggal dunia, saat itu saya seperti kehilangan sosok ayah yang sangat kharismatik, penyayang dan saya ingat ketika saya pesantren di Sukahurip bahwa guru itu seperti seorang ayah yang menunjukkan kenpada jalan yang di Ridhoi Allah SWT.
Terjadi sebuah kejadian yang lucu tapi juga mengharukan, ketika jenazah dikebumikan semua orang menangis tidak terkecuali preman yang sering berbuat dosapun, denga tattoo nya, dia menangis sesegukan.
Selamat tinggal ayahku tercinta, guruku tersayang semoga kita akan di pertemukan di akhirat kelak.
Disana saya diajarkan manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani yaitu kisah tentang perjuangan wali qutub yang sangat dikagumi oleh umat islam, terutama saya pribadi. Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani adalah cucu Rasulullah SAW dari Sayidina Hasan bin Ali bin Abu Thalib RA. Beliau dilahirkan di Baghdad, Iraq. Beliau adalah sufi yang kharisamtik dan memiliki karomah.
Di pesantren ini saya juga di ajarkan untuk mencintai dan menyayangi anak yatim, karena sungguh ratusan anak yatim di asuh oleh pendiri pesantren ini yaitu Syekh Ahmad Jauhari Umar bin Muhammad Ishaq Umar dengan asuhan beliau seluruh anak yatim dan santri disini semua biaya di tanggung oleh pesantren dari hasil panen sawah yang di miliki oleh pesantren ini.
Kami santri dari luar kota hanya untuk Riyadloh yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara banyak berdzikir kepada Allah SWT di siang dan malam, kami juga di sunnahkan untuk berpuasa selama 40 hari, dan mendapatkan tugas berdzikir sesuai yang diberikan oleh pendiri pesantren.
Ketika saya berada disana, kebetulan sekali Pak Yai ( sebutan Syekh ahmad Jauhari ) sedang dalam keadaan sakit, karena usia, beliau lahir pashari kemerdekaan RI yaitu 17 agustus 1945. Beliau sangat baik sekali, walaupun saya hanya beberapa kali saja melihatnya, ada kebiasaannya yang saya ingat sampai saat ini yaitu beliau sering berdoa diluar rumah menghadap ke langit langsung.
Putra beliau ada tiga Gus Sholahuddin, Gus Ali, dan Gus Sulthon. Putra beliau memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya. Gus Sholahuddin, memiliki sifat yang BIjaksana, Gus Sulthon memiliki sifat yang sangat Disiplin, dan Gus Ali sebagai putra terakhir memiliki sifat yang penyayang.
Ketika saya baru 21 hari disana terjadi sesuatu dengan pa Yai, beliau dibawa ke rumah sakit dan beliau dinyatakan meninggal dunia, saat itu saya seperti kehilangan sosok ayah yang sangat kharismatik, penyayang dan saya ingat ketika saya pesantren di Sukahurip bahwa guru itu seperti seorang ayah yang menunjukkan kenpada jalan yang di Ridhoi Allah SWT.
Ketika jenazah hendak dikebumikan
Lafadz Laailaahaillallah.....Laailaahaillallah....Laailaahaillallah...
Terus di kumandangkan para santri
Tak terasa air mata jatuh tak terbendung
Apalagi ketika Gus Ali yang mengumandangkan lafadz tauhid
Dan ketika Gus Sulthon yang sangat disiplin itu menangis
Juga ketika Gus Sholah membacakan Talqin
Hati ini merasakan kesedihan yang amat sangat luar biasa
Seperti sebuah kehilangan yang pernah kurasakan
Ketika Mamah Nurhayati meninggal dunia
Saat itu saya seperti anak yang di tinggalkan oleh orangtuanya
Air mata bercucuran seperti air terjun.
Terjadi sebuah kejadian yang lucu tapi juga mengharukan, ketika jenazah dikebumikan semua orang menangis tidak terkecuali preman yang sering berbuat dosapun, denga tattoo nya, dia menangis sesegukan.
Selamat tinggal ayahku tercinta, guruku tersayang semoga kita akan di pertemukan di akhirat kelak.
PESANTREN DARUT TAWABIN
Pesantren ini terletak di daerah Cirebon, lebih detailnya Desa Panguragan, Arjawinangun Cirebon
Pesantren ini dipimpin oleh seorang kiyai yang saat ini sudah meninggal dunia yaitu KH. Khotim atau yang sering kita panggil Mbah Khotim, beliau adalah putra dari Mbah Muhyiddin pendiri pesantren ini. Pesantren ini berdiri sejak lama sekali, sejak penjajahan belanda di Indonesia.
Pesantren ini adalah pesantren khusus Riyadloh ( artinya mensucikan diri ) jadi pesantren ini tujuan utamanya adalah pesantren yang didirikan agar para santri lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disana para santri di sunnahkan untuk berpuasa selama 40 hari dan melakukan ibadah yang full. Diantaranya shalat fardhu wajib berjamaah, shalat sunnah malam hari, karena disana malam hari adalah malam dimana para santri tidak diperbolehkan untuk tidur istilahnya siang dijadikan malam dan malam dijadikan siang. Artinya siang hari diperbolehkan tidur, tapi malam hari dilarang tidur karena kegiatannya adalh ibadah kepada Allah SWT.
Pesantren ini dipimpin oleh seorang kiyai yang saat ini sudah meninggal dunia yaitu KH. Khotim atau yang sering kita panggil Mbah Khotim, beliau adalah putra dari Mbah Muhyiddin pendiri pesantren ini. Pesantren ini berdiri sejak lama sekali, sejak penjajahan belanda di Indonesia.
Pesantren ini adalah pesantren khusus Riyadloh ( artinya mensucikan diri ) jadi pesantren ini tujuan utamanya adalah pesantren yang didirikan agar para santri lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disana para santri di sunnahkan untuk berpuasa selama 40 hari dan melakukan ibadah yang full. Diantaranya shalat fardhu wajib berjamaah, shalat sunnah malam hari, karena disana malam hari adalah malam dimana para santri tidak diperbolehkan untuk tidur istilahnya siang dijadikan malam dan malam dijadikan siang. Artinya siang hari diperbolehkan tidur, tapi malam hari dilarang tidur karena kegiatannya adalh ibadah kepada Allah SWT.
Subscribe to:
Posts (Atom)
